Tampilkan postingan dengan label Muhasabah. Tampilkan semua postingan

IBU, ini adalah persimpuhan pertama aku di pangkuanmu, ketika aku telah menjadi anakmu, ketika aku telah masuk ke dalam kehidupanmu, ketika aku telah menjadi bagian dari keluargamu. Ibu terimakasih atas kesempatan terindah yang engkau berikan kepada aku.

Harapan aku kepadamu, jangan anggap aku orang lain bagimu, jangan bedakan aku dengan anak-anak kandungmu. Samakan perlakuanmu seperti kepada mereka. Dukung aku saat aku melangkah dalam kebenaran, ingatkan aku jika melangkah menuju jurang kesalahan.

IBU, di hari pertama aku menjadi anakmu, aku memohon doa dan restumu, aku memohon bimbingan dan arahanmu, karena pada hari ini aku telah berikrar untuk mengarungi samudera rumahtangga berdua, menapak jejak Rasulullah sang suri taudalan. Menjadi pemimpin bagi anak cucu aku nantinya.

IBU, ajari aku tentang kasih sayang, kasih sayang yang tidak lekang dimakan usia. Bimbing aku untuk bersabar, kesabaran yang seluas samudra. Arahkan aku agar saling menguatkan ikatan, ikatan pernikahan dalam bingkai ibadah. Agar aku belajar mendewasakan diri dan membina keluarga berasas Islami.

IBU, beritahu aku dengan budaya keluargamu, ajari aku dengan adat istiadatmu, ajak aku bisa beradaptasi dalam keluarga besarmu. Dan tak lupa aku mohon doa restumu, doakan aku agar bisa menggapai sakinah, mawaddah wa rahmah, dambaan seorang IBU untuk anak-anaknya. Semoga doa bahagiamu menjadi doa bahagia aku jua.

AYAH, berjuta rasa syukur bisa ikut bersimpuh, berlutut, dan memelukmu di hari ini. Hari penyatuan dua hati yang berbeda, yang tidak akan terjadi tanpa izinmu. Juga kepadamu aku memohon doa restu agar aku menjadi anakmu yang senantiasa berbakti, membalas budi, dan berbagi kasih di sepanjang hidup aku.

AYAH, bahagia rasanya dapat menjadi bagian dari keluarga yang engkau bangun sejak lama, keluarga yang padanya dipenuhi canda tawa dan suka cita. Karena itu, jangan bedakan aku dengan anak-anakmu yang lain. Dalam doamu ada nama aku dan dalam doa aku ada namamu.

Sejak hari ini, samakan aku dengan anak-anakmu yang lain dalam perlakuan maupun perkataan. Dukung aku dalam bertindak benar, teguhkan aku dalam memupuk sabar, dan kuatkan aku dalam menjaga ikrar. Nafas zikir aku akan senantiasa mengingatkan sakinah yang engkau harapkan untuk aku.

AYAH, ajari aku tentang kerasnya kehidupan, pedihnya cobaan, dan kuatnya kesabaran. Bimbing aku untuk saling menumbuhkan kasih sayang, melengkapi kekurangan, melindungi kelemahan, dan berbagi kedamaian. Tuntun aku cara terbaik untuk mendidik anak aku kelak, kokohkan tekad aku dalam memikul tanggung jawab. Doakan aku agar mendapatkan keberkahan hidup dari pernikahan ini. Karena airmata ini adalah airmata bahagia yang menjadi tiket pertemuan kita di surga sana. Aamiin...

UMMI, hari ini kami bersimpuh di haribaanmu, untuk merasakan kembali kasih sayangmu, untuk melebur kesalahan yang kami lakukan padamu, dan untuk memohon segala doa restumu.

UMMI, masih tergambar jelas dalam ingatanmu, perjalanan hidup kami sejak engkau mengandung kami. Sembilan bulan bukanlah waktu yang singkat saat kau harus merasakan kepayahan, keletihan dan kesakitan. Namun semua rasa itu kau jaga untuk kau tukar dengan bahagia.

UMMI, belum hilang pula dari ingatanmu, suatu kondisi antara hidup dan mati, sakit yang tiada tara, cucuran keringat dan air mata, bercampur haru dan bahagia, saat engkau melahirkan kami. Memberikan cinta kasih yang hanya kami dapatkan darimu.

Kemudian, entah berapa malammu yang hilang, siangmu yang gersang, waktumu yang terbuang, saat engkau menjaga kami, mendidik kenakalan kami, merawat sakit kami, menghapus tangis kami, dan mendengarkan curhatan kami.
 
UMMI, kesabaran, ketabahan dan pengorbananmu menghadapi kami, bagai ombak yang tidak pernah jera menerjang karang, bagai embun yang memberi kesejukan sebelum datang terik siang, dan bagai gunung kokoh yang tingginya menjulang, semua itu untuk kami, anak-anakmu.

UMMI, kini kami telah dewasa. Kami sadar kami belum mampu melukis gurat senyum di bibirmu, memercik binar bahagia di matamu bahkan berbakti atas semua jasa-jasamu itu. Hari ini kami akan memulai sunnah Rosul yang mulia, dalam sebuah bahligai rumahtangga.

UMMI, ajari kami untuk mencinta, cinta yang bermuara pada Allah semata. Bimbing kami untuk bersabar, kesabaran yang tidak lekang diterpa coba. Arahkan kami untuk memahami, kepahaman hidup dalam berbagi suka dan duka.

UMMI, kami masih haus dengan segala doamu, doa yang menguatkan ikatan, doa yang meneguhkan kesabaran, doa yang mengikhlaskan pengorbanan, doa yang memberikan kedamaian, doa yang menunjukkan cinta dan kasih sayang, yaitu doa dalam sujud-sujud panjang tahajjudmu, agar kami bisa menggapai sakinah, mawaddah, wa rahmah. Sungguh senyuman kebahagiaan kami adalah senyuman kebahagiaanmu juga.


BAPAK, hari ini kami juga bersimpuh di hadapanmu, sebagai tanda bakti kami atas pengorbananmu, sebagai permohonan kami untuk doa restumu, dan sebagai izin kami agar mengambil alih tanggungjawabmu membina keluarga yang akan kami bangun.

BAPAK, walau apapun yang kami lakukan tidak akan pernah dapat mengobati penat lelahmu, tidak akan pernah dapat membayar cucuran keringatmu, tidak akan pernah dapat menggantikan siang malammu, ketika engkau harus menafkahi kami sehingga kami bisa tumbuh dewasa seperti sekarang ini.

Bahkan saat sakit, engkau tetap bersemangat melangkah mencari maisyah. Tidak ingin melihat kami lapar karena tidak punya makanan, tidak ingin melihat kami kedinginan karena tidak punya pakaian, atau tidak ingin melihat kami menangis karena tidak punya mainan. Semua kau upayakan untuk melihat kami ceria.

BAPAK, kami tahu semua pengorbanan ikhlasmu itu karena ingin menjaga tawa bahagia di hidup kami, riang gembira dalam canda kami, puas bangga dalam prestasi kami, sopan santun dari prilaku kami, dan kesuksesan saat menghadapi masa depan kami.

BAPAK, memang tidak setiap saat engkau memberi belaian, pelukan, dan genggam tangan, tapi engkau selalu mengkhawatirkan kami, berjuang setengah mati mewujudkan pinta kami, memastikan kami bersekolah dan belajar dengan baik, agar dapat menjadi kebanggaanmu.

Kini, saat kami belum membayar semua jasa-jasamu, kami malah harus kembali merepotkanmu untuk hadir di sini sebagai wali yang menikahkan kami. Bila kelak nanti engkau tidak bisa lagi selalu berada di dekat kami, kami tetap mengharap doa terbaikmu agar kami kuat mengayuh bahtera rumah tangga kami.

BAPAK, bekali kami tangan kokoh seperti tanganmu yang memberi tanpa pamrih, hati tegar seperti hatimu yang menumbuhkan tekad baja tak kenal lelah, dan pikiran tenang seperti pikiranmu yang membedakan antara haq dan bathil. Kami bersyukur memiliki darahmu mengalir di tubuh kami.

BAPAK, semoga airmata haru yang kau titiskan hari ini adalah ridho Allah untuk kami. Satu tugas besar yang Allah berikan untukmu pun telah kau tunaikan dengan menikahkan kami, menyatukan kami, dan melengkapkan separuh dari keIslaman kami. Kami pasti akan selalu mengingat nasehat-nasehatmu dan akan kami teruskan kepada anak-anak kami. Dan karena doa anak-anak untuk orangtuanya adalah amalan jariyah, semoga kita akan kembali bersatu bersama di surga-Nya kelak. Aamiin...

[]Lovalia
 





Duhai Ukhti Fillah ...

Jika ingin menikah
Pilihlah lelaki yang bisa menjadi imam untukmu, bukan sekedar menjadi pasanganmu saja

Pilihlah lelaki yang baik agamanya dan akhlaknya, yang bisa mengingatkanmu akan kebaikan, mendekatkanmu kepada Allah Ta'ala

Pilihlah lelaki yang sayang kepada ibu bapaknya, bukan sekedar sayang kepadamu saja, jika ia menghormati dan menyayangi ibu nya, insya Allah dia pun akan menyayangi istrinya, sebab ia tak akan berani melukai orang yang disayanginya

Jika ingin menikah
Pilihlah lelaki yang giat berusaha menjemput rezeki dalam menjalani tanggung jawabnya sebagai seorang suami, bukan ia yang banyak uangnya selalu berfoya foya, karena banyaknya uang tak menjamin ia tanggung jawab kepada istri dan anaknya

Pilihlah lelaki yang sejuk dipandang hingga syurga Allah pun terbayang, bukan perkara parasnya yang tampan,sebab ketampanan tak menjamin hidupmu bahagia

Pilihlah lelaki yang mudah melangkahkan kakinya ke masjid, bukan dia yang mudah melangkahkan kaki nya menuju tempat hiburan ternama, sebab masjid adalah salah satu tanda bahwa ia taat kepada Allah Ta'ala

Jika ingin menikah
Jangan pilih lelaki karena harta, jabatan, ketenaran dan ketampanan semata, pilihlah dia yang membuatmu lebih taat kepadaNya, membuatmu lebih baik dari sebelumnya, dan membawamu menuju syurgaNya.


Banyak orang kaya namun tidak bahagia

Tetapi tidak sedikit pula orang yang kaya namun bahagia hidup nya
Itu dikarenakan hati mereka selalu dekat dengan Tuhan nya

Maka pilihlah seseorang yang hati nya dekat dengan Tuhan nya
Karena dalam keadaan apapun
Dalam keadaan terburuk dalam hidupmu sekalipun
Dia tetap akan membuat hidupmu bahagia
Baik di dunia maupun di akhirat

#jareaku
[]Lovalia
Saat hati merindukan seseorang, aku menasehati diriku :

Pejamkan matamu cukup Allah saja yg tau.
Merindulah kepadanya karenaNya.
Mohonlah agar dijauhkan dari segala hal yg bisa membuat kita lupa padaNya.

Aku semakin mengerti bahwa jarak ini bukan untuk menghukumku.
Tapi jarak dan waktu ini untuk menjaga aku dan menjaganya.
Dengan jarak ini, aku dan dia akan berusaha tuk sama sama perbaik diri.
Dengan waktu ini, aku dan dia akan berusaha sama sama tuk lebih mendekatnya diri padaNya.

Dia?
Siapa?
Entah, aku pun juga masih belum tau dia siapa:))
Dia yg akan menjagaku kelak.
Dia yg akan melindungiku kelak.
Dia yg menjadi imam dunia akhiratku kelak.
Dia yg akan bertanggung jawab segalanya tentangku.
Dia yg akan membimbing dan membawaku ke surgaNya.
Dan dia yg benar benar mencintaiku karenaNya.

Aku yakin andai tiba saatnya nanti..
Aku dan dia akan lebih siap untuk melayari semua ini dengan jalan yang diridhaiNya
Terima kasih ya Allah...
Karena memberi kesempatan padaku melalui jalanMu ini
Terima kasih ya Rabb..
Karena memberikan jarak itu kepada aku dan dia.. Mungkin dia sudah ada dalam kehidupanku saat ini, atau mungkin juga aku sudah pernah bertemu dengannya?
Hehe entahlah:))
Sudah pernah atau pun belum pernah bertemu dengannya, aku yakin Kau akan satukan kami disaat waktu yg Kau ridhai

Kini, jauhkan aku dari segala hal yg bisa menjerumuskanku ke dalam dosa..
Jauhkan aku dari segala hal yg bisa membuatku lupa padaMu..
Jaga hati ini selalu yaAllah..
Satukan hati ini dgn seseorang yg hatinya selalu terpaut denganMu.. Aku,
Mencintaimu utuh..
Tak tersentuh..
Terbalut dalam do'a..

#jareaku
[]Lovalia


Saya suka heraan kalau ada laki-laki dan perempuan yang pacaran kemudiaan menikah lalu mengatakan kuranglebih seperti ini:
"Alhamdulillaah ya halal juga.."
"Alhamdulillaah sah juga.."
"Alhamdulillaah jadi pacar 'halal' juga.."
.
Nah kan secara nggak langsung mereka itu meng-iyakan bahwa yang mereka lakukan itu memang haram. Upsss ... hihi 

Pernah nggak denger orang mengatakan begini:
.
"Eh bukan muhrim (maksudnya mahrom) nggak boleh berdua-duaan.. Yang ke 3 setan.."
"Bukan muhrim dilarang salaman"
Tapi mereka tetap melakukannya..
.
Ya mungkin ini semacam sikap "Pura-pura nggak tahu"
"Pura-pura lupa kalau itu haram.."
"Masa bodoh dengan larangan Allah.."
.
Mungkin juga ini semacam sikap MENANTANG syari'at.. 😠😠😠
Padahal sudah Allah janjikan loh laki-laki yang baik dengan perempuan yang baik dan sebaliknya.. Bisa jadi memang itu sikap yang nggak percaya dengan taqdir Allah..
Padahal masalah jodoh, rezeki, dan maut sudah dijamin Allah..
.
Pernikahan itu ibadah sunnah yang mulia, tentu menjemputnya dengan cara yang mulia juga..
Bukan grusak-grusuk 'seenake dewe.." 😒😒
.
Apapun bentuknya itu pacaran tetap terlarang, yang terang-terangan, dari yang pegang-pegangan sampai yang -na'udzubillah' level parah. .
.
Pacaran halusnya dibumbui dengan dakwah (kata mereka yang suka modus), yang mereka katakan islami, atau dari yang pacaran dibalik layar sadar nggak sadar misalnya sms-an/telfonan/chatt dengan bukan mahromnya tanpa ada alasan yang dibenarkan syari'at (meskipun untuk ta'aruf sekalipun usahakan memakai perantara agar lebih selamat dari fitnah)..
.
Sudah jelas kan, Islam sudah begitu mulia mengatur tata cara dan adab berinteraksi dengan bukan mahrom jadi nggak usah mengadakan perkara yang nggak ada bahkan sampai menghalalkan yang haram -subhanallah-
.
Jaga.. jaga.. Terus jaga pandangan, jaga hati, jaga jari-jari kita, mata kita, dan lainnya dengan bukan mahrom..
Meskipun nggak ada orang yang menyaksikan, ingat terus bahwa Allah Maha Mengawasi..
 
Wallahualam
 
maryamahhafsahazzahra
 
Jangan mengatasnamakan emansipasi, ini soal hati, mungkin juga kodrati.

Karena terlalu susah meneladani keberanian Khadijah, maka biarlah lumrah meneladani penantian dalam diam seorang Fatimah. 

Karena aku wanita.
Aku bisa merasakan hal yang tak bisa engkau rasakan, aku bisa merasa sedih tanpa engkau sadari. Namun kau hanya mampu menilai diriku dengan begitu mudahnya?

Karena aku wanita.
Aku bisa merasa rapuh tanpa kau suruh.
Aku bisa merasa bahagia tanpa kau memintanya.
Aku bisa melakukan hal tanpa kau ada didalamnya.
Namun, mengapa kau selalu menganggap bahwa aku lemah?

Karena aku wanita.
Aku tahu membedakan yang mana hanya sekedar suka dan rasa sayang.
Aku tahu merasakan hal-hal yang jauh dari engkau bayangkan.
Namun, kau selalu menganggap bahwa itu hanya perasaanku saja? Bawa perasaan karena suasana?

Karena aku wanita.
Bukan berarti aku lemah.
Bukan berarti aku ingin di bodohi.
Bukan berarti aku tak tahu tentang apa-apa yang terjadi disekitarku.

Namun, yang engkau anggap seperti itu kepadaku itu adalah hal yang sangatlah salah. Wanita sangat peka bahkan untuk merasakan sesuatu ia tak lepas dengan hati. Dan kau hanya menggunakan logika mu tuk menilaiku? Berserta hatiku?

Bukan berarti engkau seenaknya berkata demikian, beranggapan yang tak sewajarnya. Mungkin itu karena logikamu? Bukan hatimu? Karena aku wanita. Maka aku lebih tahu apa yang tidak kau rasakan.

Dan kepada para laki-laki, semoga kalian tau kenapa wanita lebih suka menenggelamkan apa yang dirasa, kemudian ia layangkan setinggi-tingginya lewat doa. Hingga tak seorang pun tau apa yang ia rasa, selain Sang Pemberi Rasa.

Menyulitkan memang harus menahan apa yang sangat ingin kita keluarkan. Sakit memang harus membungkam apa yang seharusnya disampaikan. Merasakan tapi bertahan untuk tidak mengharapkan. Memikirkan tapi bertahan untuk tidak mengungkapkan. Mencintai tapi bertahan untuk tidak memiliki. Percayalah itu lebih berat dari sekedar patah hati.

Karena kadang alasannya cuma 1 : wanita tak mau terlihat "murahan dan gampangan"
[]Lovalia

Jodoh, tidak akan ada yang mengetahui persis tentang mu. Layaknya rahasia yang telah ditutup rapat olehNya namun banyak yang menunggu kedatanganmu.

Jodoh, katanya dirimu adalah sebuah cerminan dari diriku, maka aku memperbaiki kepribadian dan akhlakku agar saat kau datang diri ini dalam keadaan siap.

Jodoh, walaupun bukan engkau yang menjemputku terlebih dahulu? Tak mengapa. Mungkin Allah ﷻ‎ lebih mencintaiku serta DIA telah mempersiapkan jodoh akhiratku disana. Senang? Sudah pasti.

Jodoh, buktikanlah rasa itu, rasa cintamu yang suci. Membawa kita dalam ikatan yang halal tanpa ada zina didalamnya.

Jodoh, aku menantimu. Menanti kehadiranmu memohon restu tuk meminangku dihadapan sang orangtua yang telah menjagaku.

Jodoh, walaupun engkau masih bimbang. Namun shalat istikharah mu lah yang akan menjadi tuntunan tuk memilih atas izin dariNya.

Jodoh, semoga kita bertemu walau butuh banyak proses dan kesabaran tuk menjaga agar perasaan cinta ini suci dan abadi. (siapapun itu)

Saat engkau mulai memutuskan berjalan ke arah berbeda dari kehidupan semula, mulai mendekat setapak demi setapak untuk meraih cinta-Nya, tak mengapa bila orang-orang mulai menjauhimu. Saat mereka bilang langkahmu ‘tersesat’, pilihanmu terlalu cepat, biarlah! Janganlah omongan-omongan sumbang menghentikan niatmu untuk terus menapaki jalan yang DIA ridhai. Seperti kamu dulu, mereka juga belum bergerak sepertimu saat ini. Dan saat ini kamu mulai berhijrah untuk DIA, doakan saja mereka mendapatkan ‘jalan’ yang seharusnya mereka lalui untuk meraih cinta-Nya.

Tak mengapa bila berjarak untuk kebaikan, asal DIA selalu bersama meski kau sendirian dalam ketaatan. 

Ya, tak mengapa bila ada jarak antara kamu dan sekitar. Mungkin antara dia yang pernah ada di hatimu. Sosok yang sering kau dengungkan namanya dan sebut dalam doamu. Yakinlah, lepaskan semua rasa itu secara perlahan dan semoga DIA lekas hadirkan rasa cinta yang melebihi cintamu pada dia. Rasa cinta yang hanya kau rasakan saat DIA mulai bersamamu, membersamai hari-harimu, mengiringi langkah hijrahmu. 

Saat cinta-Nya mulai kau genggam, tentu DIA akan memperindah hari-harimu dengan keberkahan. “Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad)
[]Lovalia

Bismillahirahmanirahim .

Berulang-ulang hatiku mencoba untuk memungkiri
Semakin kupungkiri semakin sakit hadir mengisi
Kadang dalam sepiku, hatiku menggeliat bertanya
Sanggupkah kau bertahan walau hanya mendengar sesuatu yang tak pasti?

Entahlah
Aku tak mampu berkata atau berbicara
Merangkainya saja aku gemetar
Rasa takut itu terlalu besar
Dan maluku masih setinggi langit yang berkoar

Lalu bagaimana?
Sesekali kucoba untuk berkata
Namun yang dapat kuraih hanyalah perih
Jika banyak yang disampaikan hati
Semakin takut diriku mengangkat kepala
Bahkan semakin malu hatiku untuk menoleh

Maaf jika wanita hina ini lancang
Entah harus bagaimana
Aku sendiripun bingung dengan hati kotorku

Jika ingin menuruti inginku
Rasanya terlalu lancang
Aku ingin melihat tanpa ada rasa malu
Ingin merasakan hangat tanpa ada rasa takut

Jika ingin menuruti kemauanku
Akupun sangat ingin mendengar dendang itu
Namun imanku berbisik agar aku menutup telinga

Jika ingin mendengar kata rindu
Sesungguhnya hati hinaku ingin mengatakannya
Namun bagaimana aku berkata
Jika merangkainya saja tubuhku gemetar
Jika bibirku saja masih terbata

Bersama angin kuputar kembali memori yang pernah ada
Manis namun tajam
Hingga hati gelapku bersimbah darah karena tajamnya yang tak kenal rasa
Karena sisi lancangku
Aku terlanjur jatuh

Maaf jika pernah kusebut namamu dalam deret doaku
Jika kumampu mengulang dari huruf awal
Aku ingin kembali pada saat retinaku belum sempat menjatuhkan sesuatu dalam hatiku

Maaf bila kutahu deret namamu
Maaf karena telah mengenalmu
Maaf tak sadar aku mengharapmu
Maaf diam-diam kuminta kamu pada Tuhanku

[]Lovalia

 Merindukan pendamping hidup adalah fitrah yang dimiliki setiap insan. Begitu pula kita kaum perempuan, sebagai makhluk Allah yang ingin sekali dibimbing, dimengerti dan merasa dilindungi. Terlebih lagi terlahir untuk dicintai.  Hal yang wajar pula ketika insan muslimah berharap kehadiran seorang ikhwan pujaan kalbu di kehidupanya.

Menanti adalah ujian yang tak mudah bagi seorang gadis muslimah. Saat menanti inilah hatimu akan terus diuji, sebatas mana kesungguhanmu dalam proses meraih cinta yang diridhoi-Nya. Seperti bunga yang sedang mekar atau telah sekian lama bertahan dengan masing-masing keindahan yang tertanam rapi darinya.
 
Dan tak heran ia juga kadang terlena oleh tawaran manis si kumbang yang datang dengan mempesonanya. Tapi sayang, kebanyakan kumbang-kumbang itu sekedar ingin menggoda saja. Malah ada pula yang sekedar ingin menghisap madunya saja, tanpa mau bertanggung jawab. Na'udzubillah! Begitulah fakta dimasa akhir jaman kini.

Realita fitnah syawat yang terjadi dimana-mana hingga banyak perempuan yang kehilangan kehormatannya. Karena itu, setiap gadis muslimah hendaknya harus pandai menjaga diri dan berhati-hati. Jangan sampai tertipu dan terpedaya oleh sumpah iblis untuk menyesatkan manusia dari berbagai arah! (QS. Al-A'fāf: 16-18). Ingat! Menjadi perempuan itu cuma ada dua pilihan: menjadi sebesar-besarnya fitnah atau menjadi sebaik-baiknya perhiasan. 

Lalu sebagai seorang gadis muslimah, apa yang sebaiknya dilakukan dalam penantiannya? 

Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat, baik bagi urusan di dunia maupun akhiratmu kelak. Memperbanyak do'a dan bertawakal. Insyallah, Allah akan bantu kita agar menjadi muslimah tangguh sejati yang mempersiapkan bekal diri dengan sebaik-baiknya ilmu demi meraih makna sukses yang sesungguhnya.
Indahnya bersabar dalam penantian itu, ketika kita bisa menikmati proses demi proses yg menuntun agar semakin bertambah kecintaan kita untuk mencintai-Nya.

Letih menanti itu pasti, lelah berharap jangan di tanya, namun apakah Allah suka bila hambaNya putus asa? Semua sudah terencana indah di rahasiaNya, jangan terburu-buru menafsirkan cinta yang belum jelas apalagi mengungkapkannya, laporkan setiap rasa yang timbul terlebih dahulu pada sang pemberi restu.

Keep husnudzan sama Allah! Buktikan kalau kita itu tidak lemah dalam urusan hati.
 
[]Lovalia
 



8 MARET ini, dunia sedang merayakan Hari Perempuan Internasional. Hari Perempuan Internasional nyaris seirisan dengan gerakan feminisme. Gerakan feminis sendiri dimulai sejak akhir abad ke- 18, namun diakhiri abad ke-20, suara wanita di bidang hukum, khususnya teori hukum, muncul dan berarti. Hukum feminis yang dilandasi sosiologi feminis, filsafat feminis dan sejarah feminis merupakan perluasan perhatian wanita dikemudian hari. Di akhir abad 20, gerakan feminis banyak dipandang sebagai sempalan gerakan Critical Legal Studies, yang pada intinya banyak memberikan kritik terhadap logika hukum yang selama ini digunakan, sifat manipulatif dan ketergantungan hukum terhadap politik, ekonomi, peranan hukum dalam membentuk pola hubungan sosial, dan pembentukan hierarki oleh ketentuan hukum secara tidak mendasar. Dalam hal ini, kesetaraan gender seringkali digaungkan.
Dalam pandangan hukum Islam, segala sesuatu diciptakan Allah dengan kodrat. Demikian halnya manusia, antara laki-laki dan perempuan sebagai individu dan jenis kelamin memiliki kodratnya masing-masing. Al-Qur'an mengakui adanya perbedaan anatomi antara laki-laki dan perempuan. Al-Qur'an juga mengakui bahwa anggota masing-masing gender berfungsi dengan cara merefleksikan perbedaan yang telah dirumuskan dengan baik serta dipertahankan oleh budaya, baik dari kalangan kaum laki-laki maupun perempuan sendiri.
Kodrat perempuan sering dijadikan alasan untuk mereduksi berbagai peran perempuan di dalam keluarga maupun masyarakat, kaum laki-laki sering dianggap lebih dominan dalam memainkan berbagai peran, sementara perempuan memperoleh peran yang terbatas di sektor domestik. Kebudayaan yang berkembang dalam masyarakat pun memandang bahwa perempuan sebagai makhluk yang lemah, emosional, halus dan pemalu sementara laki-laki makhluk yang kuat, rasional, kasar serta pemberani. Anehnya perbedaan-perbedaan ini kemudian diyakini sebagai kodrat, sudah tetap yang merupakan pemberian Tuhan. Barang siapa berusaha merubahnya dianggap menyalahi kodrat bahkan menentang ketetapan Tuhan.
Peran dan status perempuan dalam perspektif Islam selalu dikaitkan dengan keberadaan laki-laki. Perempuan digambarkan sebagai makhluk yang keberadaannya sangat bergantung kepada laki-laki. Sebagai seorang anak, ia berada di bawah lindungan perwalian ayah dan saudara laki-laki, sebagai istri bergantung kepada suami. Islam menetapkan perempuan sebagai penenang suami, sebagai ibu yang mengasuh dan mendidik anak dan menjaga harta benda serta membina etika keluarga di dalam pemerintahan terkecil.
Al-Qur'an tidak mengajarkan diskriminasi antara lelaki dan perempuan sebagai manusia. Di hadapan Tuhan, lelaki dan perempuan mempunyai derajat yang sama, namun masalahnya terletak pada implementasi atau operasionalisasi ajaran tersebut. Kemunculan agama pada dasarnya merupakan jeda yang secara periodik berusaha mencairkan kekentalan budaya patriarkhi. Oleh sebab itu, kemunculan setiap agama selalu mendapatkan perlawanan dari mereka yang diuntungkan oleh budaya patriarkhi. Sikap perlawanan tersebut mengalami pasang surut dalam perkembangan sejarah manusia.
Semua dimungkinkan terjadi karena pasca kerasulan Muhammad, umat sendiri tidak diwarisi aturan secara terperinci (tafshily) dalam memahami Al-Qur'an. Di satu sisi Al-Qur'an mengakui fungsi laki-laki dan perempuan, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Namun tidak ada aturan rinci yang mengikat mengenai bagaimana keduanya berfungsi secara kultural. Berbeda pada masa kenabian superioritas dapat diredam. Keberadaan nabi secara fisik sangat berperan untuk menjaga progresivitas wahyu dalam proses emansipasi kemanusiaan. Persoalannya, problematika umat semakin kompleks dan tidak terbatas seiring perkembangan zaman, sementara Al-Qur'an sendiri terdapat aturan-aturan yang masih bersifat umum dan global (mujmal) adanya.
Al Qur’an secara umum dan dalam banyak ayatnya telah membicarakan relasi gender, hubungan antara laki- laki dan perempuan, hak- hak mereka dalam konsepsi yang rapi, indah dan bersifat adil. Kesetaraan yang telah di akui oleh Al Qur’an itu, bukan berarti harus sama antara laki- laki dan perempuan dalam segala hal. Untuk menjaga kesimbangan alam (sunnatu tadafu’), harus ada sesuatu yang berbeda, yang masing-masing mempunyai fungsi dan tugas tersendiri.
Dalam pandangan Islam perempuan memiliki kedudukan yang sama dibandingkan dengan laki-laki. Dari sudut penciptaan, kemuliaan, dan hak mendapatkan balasan atas amal usahanya perempuan memiliki kesetaraan dengan laki-laki. Sedangkan dalam hal peran perempuan memiliki perbedaan dengan laki-laki. Peran perempuan yang wajib adalah sebagai anggota keluarga yaitu sebagai istri dari suami dan ibu bagi anak-anaknya. Sedangkan peran perempuan sebagai anggota masyarakat dalam urusan muamalah mendapatkan profesi (pekerjaan) dihukumi dengan rukhshah darurat. Meskipun diperbolehkan namun harus selalu mementingkan segi kemaslahatan baik bagi rumah tangga maupun bagi masyarakat. Apabila lebih banyak kemudaratannya bagi keluarga maka profesi di luar rumah harus ditinggalkan mengingat sesuatu yang darurat tidak boleh meninggalkan hal yang wajib.
            So, para IPMawati , pelajar putri kebanggaan Muhammadiyah, mari berdiri, tegak, tampil di muka tanpa melupakan kodrat kita sebagai wanita . J


IPMawati Alia
-Anggota Bidang Advokasi PW IPM Jawa Tengah-

=====================================================================
Advokasi adalah sebuah bidang dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah yang diarahkan pada penyadaran, pendampingan, dan pembelaan terhadap hak-hak pelajar melalui pengembangan budaya kritis di kalangan pelajar.
created by Ipmawati Alia. Diberdayakan oleh Blogger.
Welcome to My Blog

Blog Archive

Popular Post

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

- Copyright © Diary Jomblo Sakinah -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -