Tampilkan postingan dengan label Persahabatan. Tampilkan semua postingan
Bertingkah ala "anak gaul" belum tentu bikin kita masuk syurga.
Ada orang yang bilang tukeran baju sama pacar itu trendy. Ada yang bilang upload foto ala-ala salah satu hewan lagi julurin lidah hits. Ada yang bilang perempuan kudu strong, berantem ala genk gitu gokil.
Bahkan ada lagi yang bilang cium k**ek pacar itu inti dari hubungan ala anak modern.
Trendy, hits, gokil, keren, gaul, atau apalah namanya itu, pentingnya apa kawan? Popularitas? Tapi, apakah popularitas itu bisa bikin kita jadi manusia yang lebih baik? Apakah dengan popularitas itu akan menghantarkan kita ke syurgaNya? Apakah mereka, yang bilang kita populer itu nanti jika kita masuk neraka mau membantu kita?
Jika yang rajin beribadah saja belum tentu masuk Syurga, bagaimana kita yang malah rela menggadaikan agama hanya agar jadi hits masa kini?
Memang yang alim belum tentu baik.
Tapi, setidaknya mereka tengah berusaha menjadi lebih baik.
Lah kalau kita malah makin menjauh dan enjoy dalam maksiat, maka bagaimana kita nantinya?
Bahkan ada lagi yang bilang cium k**ek pacar itu inti dari hubungan ala anak modern.
Trendy, hits, gokil, keren, gaul, atau apalah namanya itu, pentingnya apa kawan? Popularitas? Tapi, apakah popularitas itu bisa bikin kita jadi manusia yang lebih baik? Apakah dengan popularitas itu akan menghantarkan kita ke syurgaNya? Apakah mereka, yang bilang kita populer itu nanti jika kita masuk neraka mau membantu kita?
Jika yang rajin beribadah saja belum tentu masuk Syurga, bagaimana kita yang malah rela menggadaikan agama hanya agar jadi hits masa kini?
Memang yang alim belum tentu baik.
Tapi, setidaknya mereka tengah berusaha menjadi lebih baik.
Lah kalau kita malah makin menjauh dan enjoy dalam maksiat, maka bagaimana kita nantinya?
[]Lovalia
Kematian adalah sebuah misteri, yang tidak bisa di ketahui, kapan ia akan menghampiri,namun dia datang dengan pasti. Pertanyaannya akankah kita di jemput ajal dalam keadaan khusnul khatimah? Akankah diri kita meninggal membawa bekal iman dan amalan yang cukup untuk menempuh perjalanan menuju akhirat?
Pantaslah jika orang paling cerdas di pandangan Rasulullah saw adalah insan yang paling sering mengingat ajal
ﻗِﻴﻞَ : ﺃَﻱُّ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﺃَﻛْﻴَﺲُ؟ ﻗَﺎﻝَ : « ﺃَﻛْﺜَﺮُﻫُﻢْ ﻟِﻠْﻤَﻮْﺕِ ﺫِﻛْﺮًﺍ،ﻭَﺃَﺣْﺴَﻨُﻬُﻢْ ﻟَﻬَﺎ ﺍﺳْﺘِﻌْﺪَﺍﺩًﺍ »
Rasulullah di Tanya seorang pemuda “siapakah mu’min yang paling cerdas ya Rasul? Rasulullah menjawab “yang paling banyak mengingat kematian, dan yang paling baik persiapan terhadapnya” (Hr. Ibnu Majah )
Jika dalam sehari kita minum obat sebanyak tiga kali, lalu berapa kali kita ingat pada kematian dalam waktu satu hari?
Jikadalam sehari kita makan lebih dari tiga kali. Lalu adakah sebagian waktu yang kita luangkan untuk sekedar mengingat ajal?
Jika dalam sehari kita berjam-jam menghabiskan waktu untuk bermain game, sudahkah kita menyisihkan sebagian waktu untuk menyiapkan perbekalan setelah ajal menjemput?
ﻛَﻔَﻰْ ﺑِﺎﻟﻤَﻮْﺕِ ﻭَﺍﻋِﻈًﺎ
Cukuplah kematian sebagai mau’idzoh
Pantaslah jika orang paling cerdas di pandangan Rasulullah saw adalah insan yang paling sering mengingat ajal
ﻗِﻴﻞَ : ﺃَﻱُّ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﺃَﻛْﻴَﺲُ؟ ﻗَﺎﻝَ : « ﺃَﻛْﺜَﺮُﻫُﻢْ ﻟِﻠْﻤَﻮْﺕِ ﺫِﻛْﺮًﺍ،ﻭَﺃَﺣْﺴَﻨُﻬُﻢْ ﻟَﻬَﺎ ﺍﺳْﺘِﻌْﺪَﺍﺩًﺍ »
Rasulullah di Tanya seorang pemuda “siapakah mu’min yang paling cerdas ya Rasul? Rasulullah menjawab “yang paling banyak mengingat kematian, dan yang paling baik persiapan terhadapnya” (Hr. Ibnu Majah )
Jika dalam sehari kita minum obat sebanyak tiga kali, lalu berapa kali kita ingat pada kematian dalam waktu satu hari?
Jikadalam sehari kita makan lebih dari tiga kali. Lalu adakah sebagian waktu yang kita luangkan untuk sekedar mengingat ajal?
Jika dalam sehari kita berjam-jam menghabiskan waktu untuk bermain game, sudahkah kita menyisihkan sebagian waktu untuk menyiapkan perbekalan setelah ajal menjemput?
ﻛَﻔَﻰْ ﺑِﺎﻟﻤَﻮْﺕِ ﻭَﺍﻋِﻈًﺎ
Cukuplah kematian sebagai mau’idzoh
[]Lovalia
Sahabatku maaf jika nasehatku mungkin
tak berkenan dihatimu, tetapi menyampaikan sesuatu yang haq itu wajib
sahabatku. Apalah arti ilmu yang aku miliki bila tak aku amalkan.
Caraku mengamalkan ilmu ku
dengan memperbaiki diriku sendiri dan dirimu. Namun, yang mampu merubah
seseorang hanyalah diri orang itu sendiri dan karena kehendak allah.
Kuteringat pada kata kata bijak
seorang ustdaz, "Jika menurutmu ia tidak bisa menjadi sahabat bagimu maka
tinggalkanlah dia, namun tidak perlu sampai engkau
menjadikannya sebagai musuhmu." Tapi aku tak mungkin meninggalkan mu
sahabat, apalagi menjadikan mumusuhku, naudzubillahimindzalik
Aku tak ingin hijrahku
menjadikan aku sombong, merasa lebih baik dari dirimu atau pun yang lain. Memang
dalam menyampaikan suatu kebenaran pasti ada hal yang menjadi cobaan dan
berbagai komentar yang menimbulkan rasa ingin menyerah. Kadang aku juga merasa
lelah, apa yang aku sampaikan tidak engkau respon baik. Sekali lagi tak apa,
setiap orang memiliki sifat yang berbeda-beda ada yang mudah menerima kebenaran
begitupun sebaliknya.
Jika aku berubah aku juga ingin
engkau berubah sahabat. Jika kelak Allah masukkan kita ke jannahNya, aku ingin
melihat taman surga bersamamu, bersama orang-orang yang aku cintai. Mari kita
sama-sama berjihad di jalan Allah meskipun kita bukanlah seorang ustazah
apalagi ulama yang sudah banyak ilmu.
ingatlah teman kita ini sahabat
sampai ke surga,aku sayang bukan hanya pada diriku sendiri padamu juga,aku
menulis catatan ini untuk diriku dan dirimu dan untuk kalian semua sahabat
sahabat fillahku ... Keep istiqomah,syukron.
created by Ipmawati Alia. Diberdayakan oleh Blogger.




