Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

MEDIA JANGAN JADI PROVOKATOR

Sabtu, 02 Mei 2015
Posted by alia machmudia



Media massa kini seolah mulai berjalan keluar dari jalur semestinya. Dalam suasana pemilu yang kian panas ini, media bukannya menyajikan berita dan fakta, tapi justru menjadi tombak pribadi  bagi masing-masing pihak. Kubu sendiri diangkat berita yang bagus-bagus sementara kubu lainnya dijatuhkan hingga sejatuh-jatuhnya. Media bahkan menjadi alat BLACK CAMPAIGN yang Wow luar biasa.

Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) harus proaktif menindak media yang berada di luar kaidah jurnalistik. Tim sukses pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) juga harus tetap berada dalam etika demokrasi dengan tidak menghalalkan segala cara untuk menang. Pembunuhan karakter kepada lawan gencar dilakukan seolah para putera puteri bangsa ini sudah lupa tatakrama dan tata cara menjaga martabat saudara. 
[]Lovalia


UJUNG TAKDIR SANG API

Kamis, 23 Oktober 2014
Posted by alia machmudia


Seringkali saya tertawa melihat dan membaca berita di berbagai media. Orang - orang saling menghujat dan mengupload berita yang mereka anggap fakta. Padahal hanya sampah BLACK CAMPAIGN belaka. Satu sama alian saling berlomba meneriakkan sesuatu yang mereka anggap kebenaran. Satu sama lain saling berteriak, jangan fitnah, jangan adu domba, padahal mereka sendiri pelaku fitnah dan adu domba. Orang-orang sudah menajdi korban Devide At Impera tanpa mereka sadari. 

Sementara di luar sana, beberapa pihak mungkin tertawa terbahak-bahak. Mentertawakan kondisi Indonesia yang semrawut jelang pergantian presidennya. Mentertawakan orang-orang berpendidikan malah berperilaku lebih hina dari preman jalanan. Ya, pasti, tanpa kita sadari perilaku kita belakangan hanya menjadi bahan tertawaan.

Sesungguhnya berbicara itu mudah, tetapi berat mempertanggung jawabkannya. Apapun yang kita katakan lebih menunjukkan siapa sebenarnya diri kita. Apapun yang kita katakan lebih menunjukkan siapa sebenarnya diri kita. Misalnya, penghinaan kita terhadap seseorang lebih menunjukkan kehinaan diri kita sendiri dibandingkan kehinaan orang yang kita hina. Kritik dan koreksi yang kita sampaikan kepada seseorang kalau tidak hati-hati lebih memperlihatkan kedengkian kita.

Perkataan yang baik adalah pembuktian kemusliman seseorang. Hendaknya setiap orang memastikan bahwa kata-kata yang akan diucapkannya benar-benar baik. Apabila kita tidak yakin akan dapat mengeluarkan kata-kata yang baik, diam itu lebih baik. Berkata yang baik tentunya akan lebih bermanfaat dibandingkan diam. Akan tetapi, menghindari akibat dari perkataan yang kurang baik akan lebih utama dibandingkan kita memaksakan berbicara yang akan berakibat jelek kepada diri sendiri maupun orang lain.

Berdasarkan Al-Qur’an dalam surat Al-Hujuraat ayat 6 yang berkaitan dengan larangan berburuk sangka dan menggunjing berbunyi sebagai berikut :
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”.

Hal ini sesuai dengan Al-Qur’an berdasarkan surat Al-Hujuraat ayat 11 yang berbunyi sebagai berikut :
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”.

Hal ini sesuai dengan Al-Qur’an berdasarkan surat Al-Hujuraat ayat 12 yang berbunyi sebagai berikut :
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang”.

Hal ini sesuai dengan Al-Qur’an berdasarkan surat An-Nuur ayat 15 yang berbunyi sebagai berikut :
Artinya : “(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah benar”.

Hal ini sesuai dengan Al-Qur’an berdasarkan surat Al-Israa ayat 36 yang berbunyi sebagai berikut :
Artinya : “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya”.

Berdasarkan Al-Hadits yang berkaitan dengan menggunjing dan memfitnah yaitu :
Artinya : “Berhati-hatilah terhadap purbasangka. Sesungguhnya purbasangka adalah ucapan paling bodoh”. (H.R. Al-Bukhari)

Artinya : “Barangsiapa mengintai-intai keburukan saudaranya semuslim, maka Allah akan mengintai-intai keburukannya. Barangsiapa diintai keburukannya oleh Allah, maka Allah akan mengungkitnya (membongkarnya) walaupun dia melakukan itu di dalam (tengah-tengah) rumahnya”. (H.R. Ahmad)

Artinya : “Sesungguhnya bila kamu mengintai-intai keburukan orang, maka kamu telah merusak mereka atau hampir merusak mereka”. (H.R. Ahmad)

Artinya : “Seorang mukmin bukanlah pengumpat, pengutuk, berkata keji atau berkata busuk”. (H.R. Al-Bukhari dan Al-Hakim)

Artinya : “Rasulullah saw pernah ditanya : “Ya Rasulullah, apakah tebusan mengumpat?” Jawab Rasulullah : “Hendaklah engkau beristighfar (memohonkan ampunan) kepada Allah bagi orang yang engkau umpat”. (H.R. Thahawi)

Artinya : Dari Hudzaifah r.a, dia telah berkata : Rasulullah saw telah bersabda : “Tidak akan pernah masuk surga orang yang suka mengumpat”. (H.R. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah memberikan solusi kepada umatnya yang terlanjur mengumpat orang lain. Yakni dengan memohonkan ampunan kepada Allah untuk orang yang diumpatnya. Dengan cara demikian, maka orang yang mengumpat akan mendapatkan maghfirah dari Allah SWT. Sebab bila tidak mendapat maghfirah, orang yang suka mengumpat atau menyebar fitnah pasti masuk neraka.

Dari Abu Hurairah r.a, bahwa sesungguhnya Rasulullah saw telah bersabda : “Takutlah kamu terhadap prasangka. Sebab sesungguhnya prasangka adalah sedusta-dusta pembicaraan. Janganlah kamu mencari-cari dan meneliti kesalahan orang lain, janganlah kamu saling mendengki, janganlah kamu saling membenci dan janganlah kamu saling belakang membelakangi . Jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana Allah telah memerintahkan kepadamu. Orang muslim adalah saudara muslim yang lain, tidak saling menzhalimi, tidak saling merendahkan dan tidak saling menghina. Takwa adalah di sini, takwa adalah di sini”, sambil Rasulullah menunjuk ke a rah dada. Kemudian melanjutkan sabdanya : “Cukuplah keburukan bagi seseorang dengan menghina saudaranya sesama muslim. Setiap muslim adalah haram atas muslim yang lain akan darah, kehormatan dan hartanya. Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuhmu dan rupamu, tetapi Allah melihat kepada hatimu”. (H.R. Muslim)

Dari Ibnu Abbas r.a, bahwa sesungguhnya Rasulullah saw pernah berjalan melewati 2 (dua) kuburan, kemudian beliau bersabda : “Sesungguhnya 2 (dua) orang ahli kubur itu disiksa dan keduanya tidak disiksa karena dosa besar. Ya, benar. Sesungguhnya dosa itu adalah besar. Salah seorang di antara keduanya adalah berjalan di muka bumi dengan menyebarkan fitnah (mengumpat). Sedang salah seorang yang lain tidak bertirai ketika kencing”. (H.R. Bukhari dan Muslim).

Orang yang senantiasa menyebarkan fitnah atau mengumpat sesama muslim kelak dikubur akan mendapatkan siksa yang berat.

“ Mencela sesama muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran” (Bukhari no.46,48, muslim no. .64,97, Tirmidzi no.1906,2558, Nasaa’I no.4036, 4037, Ibnu Majah no.68, Ahmad no.3465,3708)

Jadi tak perlu kita risaukan dan balaskan kalimat-kalimat fitnah itu kawan, karena percayalah, Allah akan memadamkan dengan caraNYA.

[]Lovalia : berbagai sumber


Kalau bapak Jokowi yang jadi presiden, saya akan berubah seperti apa ? Kalau bapak Prabowo yang jadi presiden, saya akan berubah seperti apa ?

Saya, sebagaimana sama dengan anda, seorang anak muda bangsa Indonesia yang kadang begitu nyleneh cara berfikirnya. Bukan karena saya malas, tapi karena saya muak dengan semrawutnya keadaan belakang ini. Jabatan diperebutkan. Tahta membuat buta. Inikah bangsa yang katanya merdeka dengan tumpah darah para pejuangnya ? Kini orang berjuang hanya sekedar ATAS NAMA BANGSA tapi TIDAK UNTUK BANGSA.

Itu sebabnya saya tidak mau melarutkan diri dalam perang argumentasi negeri ini. Dua kubu sama-sama kuat , sama-sama menyerang , sama-sama saling menjatuhkan SAMA-SAMA SALAH. Ah entahlah saya tidak berniat memperpanjang tulisan ini. Lebih baik kita memperpanjang usaha dan do'a agar negeri kita baik-baik saja.




Media massa kini seolah mulai berjalan keluar dari jalur semestinya. Dalam suasana pemilu yang kian panas ini, media bukannya menyajikan berita dan fakta, tapi justru menjadi tombak pribadi  bagi masing-masing pihak. Kubu sendiri diangkat berita yang bagus-bagus sementara kubu lainnya dijatuhkan hingga sejatuh-jatuhnya. Media bahkan menjadi alat BLACK CAMPAIGN yang Wow luar biasa.

Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) harus proaktif menindak media yang berada di luar kaidah jurnalistik. Tim sukses pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) juga harus tetap berada dalam etika demokrasi dengan tidak menghalalkan segala cara untuk menang. Pembunuhan karakter kepada lawan gencar dilakukan seolah para putera puteri bangsa ini sudah lupa tatakrama dan tata cara menjaga martabat saudara. 
[]Lovalia


created by Ipmawati Alia. Diberdayakan oleh Blogger.
Welcome to My Blog

Blog Archive

Popular Post

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

- Copyright © Diary Jomblo Sakinah -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -