Tampilkan postingan dengan label Hijab. Tampilkan semua postingan




Duhai Ukhti Fillah ...

Jika ingin menikah
Pilihlah lelaki yang bisa menjadi imam untukmu, bukan sekedar menjadi pasanganmu saja

Pilihlah lelaki yang baik agamanya dan akhlaknya, yang bisa mengingatkanmu akan kebaikan, mendekatkanmu kepada Allah Ta'ala

Pilihlah lelaki yang sayang kepada ibu bapaknya, bukan sekedar sayang kepadamu saja, jika ia menghormati dan menyayangi ibu nya, insya Allah dia pun akan menyayangi istrinya, sebab ia tak akan berani melukai orang yang disayanginya

Jika ingin menikah
Pilihlah lelaki yang giat berusaha menjemput rezeki dalam menjalani tanggung jawabnya sebagai seorang suami, bukan ia yang banyak uangnya selalu berfoya foya, karena banyaknya uang tak menjamin ia tanggung jawab kepada istri dan anaknya

Pilihlah lelaki yang sejuk dipandang hingga syurga Allah pun terbayang, bukan perkara parasnya yang tampan,sebab ketampanan tak menjamin hidupmu bahagia

Pilihlah lelaki yang mudah melangkahkan kakinya ke masjid, bukan dia yang mudah melangkahkan kaki nya menuju tempat hiburan ternama, sebab masjid adalah salah satu tanda bahwa ia taat kepada Allah Ta'ala

Jika ingin menikah
Jangan pilih lelaki karena harta, jabatan, ketenaran dan ketampanan semata, pilihlah dia yang membuatmu lebih taat kepadaNya, membuatmu lebih baik dari sebelumnya, dan membawamu menuju syurgaNya.


Banyak orang kaya namun tidak bahagia

Tetapi tidak sedikit pula orang yang kaya namun bahagia hidup nya
Itu dikarenakan hati mereka selalu dekat dengan Tuhan nya

Maka pilihlah seseorang yang hati nya dekat dengan Tuhan nya
Karena dalam keadaan apapun
Dalam keadaan terburuk dalam hidupmu sekalipun
Dia tetap akan membuat hidupmu bahagia
Baik di dunia maupun di akhirat

#jareaku
[]Lovalia
 
Jangan mengatasnamakan emansipasi, ini soal hati, mungkin juga kodrati.

Karena terlalu susah meneladani keberanian Khadijah, maka biarlah lumrah meneladani penantian dalam diam seorang Fatimah. 

Karena aku wanita.
Aku bisa merasakan hal yang tak bisa engkau rasakan, aku bisa merasa sedih tanpa engkau sadari. Namun kau hanya mampu menilai diriku dengan begitu mudahnya?

Karena aku wanita.
Aku bisa merasa rapuh tanpa kau suruh.
Aku bisa merasa bahagia tanpa kau memintanya.
Aku bisa melakukan hal tanpa kau ada didalamnya.
Namun, mengapa kau selalu menganggap bahwa aku lemah?

Karena aku wanita.
Aku tahu membedakan yang mana hanya sekedar suka dan rasa sayang.
Aku tahu merasakan hal-hal yang jauh dari engkau bayangkan.
Namun, kau selalu menganggap bahwa itu hanya perasaanku saja? Bawa perasaan karena suasana?

Karena aku wanita.
Bukan berarti aku lemah.
Bukan berarti aku ingin di bodohi.
Bukan berarti aku tak tahu tentang apa-apa yang terjadi disekitarku.

Namun, yang engkau anggap seperti itu kepadaku itu adalah hal yang sangatlah salah. Wanita sangat peka bahkan untuk merasakan sesuatu ia tak lepas dengan hati. Dan kau hanya menggunakan logika mu tuk menilaiku? Berserta hatiku?

Bukan berarti engkau seenaknya berkata demikian, beranggapan yang tak sewajarnya. Mungkin itu karena logikamu? Bukan hatimu? Karena aku wanita. Maka aku lebih tahu apa yang tidak kau rasakan.

Dan kepada para laki-laki, semoga kalian tau kenapa wanita lebih suka menenggelamkan apa yang dirasa, kemudian ia layangkan setinggi-tingginya lewat doa. Hingga tak seorang pun tau apa yang ia rasa, selain Sang Pemberi Rasa.

Menyulitkan memang harus menahan apa yang sangat ingin kita keluarkan. Sakit memang harus membungkam apa yang seharusnya disampaikan. Merasakan tapi bertahan untuk tidak mengharapkan. Memikirkan tapi bertahan untuk tidak mengungkapkan. Mencintai tapi bertahan untuk tidak memiliki. Percayalah itu lebih berat dari sekedar patah hati.

Karena kadang alasannya cuma 1 : wanita tak mau terlihat "murahan dan gampangan"
[]Lovalia
Kematian adalah sebuah misteri, yang tidak bisa di ketahui, kapan ia akan menghampiri,namun dia datang dengan pasti. Pertanyaannya akankah kita di jemput ajal dalam keadaan khusnul khatimah? Akankah diri kita meninggal membawa bekal iman dan amalan yang cukup untuk menempuh perjalanan menuju akhirat?

Pantaslah jika orang paling cerdas di pandangan Rasulullah saw adalah insan yang paling sering mengingat ajal

ﻗِﻴﻞَ : ﺃَﻱُّ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﺃَﻛْﻴَﺲُ؟ ﻗَﺎﻝَ : ‏« ﺃَﻛْﺜَﺮُﻫُﻢْ ﻟِﻠْﻤَﻮْﺕِ ﺫِﻛْﺮًﺍ،ﻭَﺃَﺣْﺴَﻨُﻬُﻢْ ﻟَﻬَﺎ ﺍﺳْﺘِﻌْﺪَﺍﺩًﺍ »
Rasulullah di Tanya seorang pemuda “siapakah mu’min yang paling cerdas ya Rasul? Rasulullah menjawab “yang paling banyak mengingat kematian, dan yang paling baik persiapan terhadapnya” (Hr. Ibnu Majah )

Jika dalam sehari kita minum obat sebanyak tiga kali, lalu berapa kali kita ingat pada kematian dalam waktu satu hari?

Jikadalam sehari kita makan lebih dari tiga kali. Lalu adakah sebagian waktu yang kita luangkan untuk sekedar mengingat ajal?

Jika dalam sehari kita berjam-jam menghabiskan waktu untuk bermain game, sudahkah kita menyisihkan sebagian waktu untuk menyiapkan perbekalan setelah ajal menjemput?

ﻛَﻔَﻰْ ﺑِﺎﻟﻤَﻮْﺕِ ﻭَﺍﻋِﻈًﺎ
Cukuplah kematian sebagai mau’idzoh
 
[]Lovalia
created by Ipmawati Alia. Diberdayakan oleh Blogger.
Welcome to My Blog

Blog Archive

Popular Post

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

- Copyright © Diary Jomblo Sakinah -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -