Tampilkan postingan dengan label Diary Lovalia. Tampilkan semua postingan
#budayadalamcerita
On Diary - 01 November 2019
Mana yang lebih memikat hatimu, antara Kamajaya-Ratih, Rama-Shinta, Arjuna-Sembadra, atau Raden Panji-Dewi Kirana? Ah, Jawa, memang selalu punya keistimewaannya. Kenalkah kita pada mereka? Atau kita termasuk segolongan orang yang mengidealiskan diri, menganggap mereka adalah rumpun kuno, di luar rumpun syariat, lalu ketika negara sebelah mengklaim, kita ikut lunjak2 meneriakkan "GANYANG", padahal sejatinya kita sendirilah yang harus diganyang karena tidak kenal warisan nenek moyang sendiri , ucapkan hahaha di depan kaca
Tidak perlu mencibir cara orang tua menyampaikan pengharapan mereka. Karena sejatinya mereka pun lebih paham dari kita, bahwa pengharapan tidak cukup hanya dalam ukiran. Ia berangkat dari sebuah keberanian, tumbuh dari doa yang senantiasa dipanjatkan dan dipanen dalam sebuah kesiapan. Bersyukurlah, ketika begitu banyak orang mendoakan, melangitkan pengharapan terbaik untukmu, dengan cara mereka. Karena cinta tidak lagi mudah di dapat di negeri yang tengah panas dan keras ini
#jareaku #lovalia
#budaya
#Akucintaindonesia
#PesonaIndonesia
#IndonesiaIndah
#WonderfulIndonesia
#IndoTraveller
#TrueClimber
#TheROKer
#BloraTheExplorer
#MyShafarMySyiar
#DiaryPendaki
#CatatanPerjalanan
#PendakiIndonesia
#PendakiHijabers
#BackpackerIndonesia
#HijabTraveller
#Climbing
#Adventuring
#VisitBlora
#EksploreBlora
#Kedungtuban
#Blora
#JawaTengah
#VisitIndonesia
#Indonesia
On Diary - 01 November 2019
Mana yang lebih memikat hatimu, antara Kamajaya-Ratih, Rama-Shinta, Arjuna-Sembadra, atau Raden Panji-Dewi Kirana? Ah, Jawa, memang selalu punya keistimewaannya. Kenalkah kita pada mereka? Atau kita termasuk segolongan orang yang mengidealiskan diri, menganggap mereka adalah rumpun kuno, di luar rumpun syariat, lalu ketika negara sebelah mengklaim, kita ikut lunjak2 meneriakkan "GANYANG", padahal sejatinya kita sendirilah yang harus diganyang karena tidak kenal warisan nenek moyang sendiri , ucapkan hahaha di depan kaca
Tidak perlu mencibir cara orang tua menyampaikan pengharapan mereka. Karena sejatinya mereka pun lebih paham dari kita, bahwa pengharapan tidak cukup hanya dalam ukiran. Ia berangkat dari sebuah keberanian, tumbuh dari doa yang senantiasa dipanjatkan dan dipanen dalam sebuah kesiapan. Bersyukurlah, ketika begitu banyak orang mendoakan, melangitkan pengharapan terbaik untukmu, dengan cara mereka. Karena cinta tidak lagi mudah di dapat di negeri yang tengah panas dan keras ini
#jareaku #lovalia
#budaya
#Akucintaindonesia
#PesonaIndonesia
#IndonesiaIndah
#WonderfulIndonesia
#IndoTraveller
#TrueClimber
#TheROKer
#BloraTheExplorer
#MyShafarMySyiar
#DiaryPendaki
#CatatanPerjalanan
#PendakiIndonesia
#PendakiHijabers
#BackpackerIndonesia
#HijabTraveller
#Climbing
#Adventuring
#VisitBlora
#EksploreBlora
#Kedungtuban
#Blora
#JawaTengah
#VisitIndonesia
#Indonesia
#budayadalamcerita
On Diary - Cepu, 01 November 2019
Bunga, begitu indahnya. Hanya karena sekelompok orang terlalu mengkultuskannya, menyalahartikan makna dan kegunaannya, lantas sekelompok yang lain jadi menilai negatif lalu membencinya
Tidak perlu berlebihan menilainya, karena dia hanyalah bunga. Bagian dari semesta, ciptaan Allah yang juga untuk memperindah dunia
Secara alamiah, bunga mampu membawa kita pada titik relaksasi… contoh sederhana jika kita melihat taman tak berbunga pasti tidak sedap di pandang, beda lagi jika taman di penuhi bunga yang beragam, akan tampak indah dan membawa suasana jadi lebih hangat serta lebih nyaman
Mencoba merelaksasikan syaraf yang tegang dengan bermain bersama warna-warna kelopak cantik dan keharuman yang beraneka rupa. Cobalah, relaksasi tidak hanya dari piknik dan kopi
#jareaku #lovalia
#bunga
#PesonaIndonesia
#IndonesiaIndah
#WonderfulIndonesia
#IndoTraveller
#TrueClimber
#TheROKer
#BloraTheExplorer
#MyShafarMySyiar
#DiaryPendaki
#CatatanPerjalanan
#PendakiIndonesia
#PendakiHijabers
#BackpackerIndonesia
#HijabTraveller
#Climbing
#Adventuring
#VisitBlora
#EksploreBlora
#Kedungtuban
#Blora
#VisitIndonesia
#Indonesia
IBU, ini adalah persimpuhan pertama aku di pangkuanmu, ketika aku telah
menjadi anakmu, ketika aku telah masuk ke dalam kehidupanmu, ketika aku telah
menjadi bagian dari keluargamu. Ibu terimakasih atas kesempatan terindah yang
engkau berikan kepada aku.
Harapan aku kepadamu, jangan anggap aku orang lain bagimu, jangan
bedakan aku dengan anak-anak kandungmu. Samakan perlakuanmu seperti kepada
mereka. Dukung aku saat aku melangkah dalam kebenaran, ingatkan aku jika
melangkah menuju jurang kesalahan.
IBU, di hari pertama aku menjadi anakmu, aku memohon doa dan restumu, aku
memohon bimbingan dan arahanmu, karena pada hari ini aku telah berikrar untuk
mengarungi samudera rumahtangga berdua, menapak jejak Rasulullah sang suri
taudalan. Menjadi pemimpin bagi anak cucu aku nantinya.
IBU, ajari aku tentang kasih sayang, kasih sayang yang tidak lekang
dimakan usia. Bimbing aku untuk bersabar, kesabaran yang seluas samudra.
Arahkan aku agar saling menguatkan ikatan, ikatan pernikahan dalam bingkai
ibadah. Agar aku belajar mendewasakan diri dan membina keluarga berasas Islami.
IBU, beritahu aku dengan budaya keluargamu, ajari aku dengan adat
istiadatmu, ajak aku bisa beradaptasi dalam keluarga besarmu. Dan tak lupa aku
mohon doa restumu, doakan aku agar bisa menggapai sakinah, mawaddah wa rahmah,
dambaan seorang IBU untuk anak-anaknya. Semoga doa bahagiamu menjadi doa
bahagia aku jua.
AYAH, berjuta rasa syukur bisa ikut bersimpuh, berlutut, dan memelukmu
di hari ini. Hari penyatuan dua hati yang berbeda, yang tidak akan terjadi
tanpa izinmu. Juga kepadamu aku memohon doa restu agar aku menjadi anakmu yang
senantiasa berbakti, membalas budi, dan berbagi kasih di sepanjang hidup aku.
AYAH, bahagia rasanya dapat menjadi bagian dari keluarga yang engkau
bangun sejak lama, keluarga yang padanya dipenuhi canda tawa dan suka cita.
Karena itu, jangan bedakan aku dengan anak-anakmu yang lain. Dalam doamu ada
nama aku dan dalam doa aku ada namamu.
Sejak hari ini, samakan aku dengan anak-anakmu yang lain dalam
perlakuan maupun perkataan. Dukung aku dalam bertindak benar, teguhkan aku
dalam memupuk sabar, dan kuatkan aku dalam menjaga ikrar. Nafas zikir aku akan
senantiasa mengingatkan sakinah yang engkau harapkan untuk aku.
AYAH, ajari aku tentang kerasnya kehidupan, pedihnya cobaan, dan
kuatnya kesabaran. Bimbing aku untuk saling menumbuhkan kasih sayang,
melengkapi kekurangan, melindungi kelemahan, dan berbagi kedamaian. Tuntun aku
cara terbaik untuk mendidik anak aku kelak, kokohkan tekad aku dalam memikul
tanggung jawab. Doakan aku agar mendapatkan keberkahan hidup dari pernikahan
ini. Karena airmata ini adalah airmata bahagia yang menjadi tiket pertemuan
kita di surga sana. Aamiin...
created by Ipmawati Alia. Diberdayakan oleh Blogger.



